Social Icons

Selasa, 22 Desember 2009

IBUKU SAYANG

Ibu...
Sungguh engkau adalah manusia terhebat 
dalam hidupku
Tegar dalam setiap keadaan
Sabar dalam menghadapi rintangan
Besar sekali jasamu
Dalam mendidik dan membesarkanku
Tanpa mu aku tidak akan bisa 
seperti sekarang ini

Ibu...
Kasih sayangmu sungguh tak bertepi
Cintamu tiada henti
Perjuanganmu sungguh luar biasa
Berbuat tanpa pamrih
Hidupmu selalu buat kami anakmu.

Ibu...
Sungguh aku tak sanggup membalas 
kasih sayangmu
Membalas segala yang kau beri
Apapun yang telah ku lakukan untukmu
belum bisa membalas kasih sayangmu untukku
Doaku selalu buatmu

Ya Allah...
Aku bermohon kepadamu
Berilah ibuku kesehatan dan kebahagian
selalu.
Semoga dia akan menjadi ahli
surga-Mu.
Amin.


Buat ibuku "MARIANI"
by.
Zulkifli Hazmar

Sabtu, 19 Desember 2009

KASIH SEORANG AYAH ..


Ayah merupakan tulang punggung keluar dan menjadi Nahkoda dalam sebuah rumah tangga. Ibu adalah menjadi fatner ayah dalam menjalankan tugasnya. Pada umumnya seoranga anak lebih dekat dan manja kepada ibunya ketimbang dengan ayahnya, terutama anak perempuan. Ketika ayah melarang sesuatu maka anak mengadu kepada ibunya mohon pertolong agar keinginannya bisa dikabulkan. Banyak sekali seorang anak merasa ibunya lebih sayang kepadanya dari pada ayahnya. Benarkah itu?
Mari kita renungkan artikel dibawah ini. Artikel ini dikirim sahabat saya di Facebook yang bernama Ismail Marzuki (ini bukan tulisan beliau tapi di copy paste dari dari milis Yon III Unpar). Saya pikir tidak ada salahnya saya tampilkan ini di blog saya walaupun saya belum minta izin kepada yang membuat tulisan ini. Alasan saya menampilkan artikel ini adalah untuk menggugah hati kita semua agar bisa meyadari bahwa betapa sayangnya orang tua kita (terutama ayah kita) kepada anaknya.
Selamat membaca dan merenungkannya.
"YANG TIDAK BISA DIUCAPKAN PAPA .."
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.. Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya"
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"


Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak
boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...dan setelah perasaan khawatir itu berlarut- larut... ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu.....

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya.... Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan
bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa
pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .


Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..

Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya jika aku kembali membagikannya kepada teman-teman ku yang lain.

Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT !

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya ;)

Yes I love you so much, Pa. ..

- Michael Ballack Inc. -

Keterangan:
Copy Paste dari milis Yon III Unpar
Mohon maaf kepada penulis asli, karena belum meminta izin

Selasa, 27 Oktober 2009

ISTANA LIMA LARAS

Istanan Lima Laras merupakan salah satu peninggalan sejarah dari kerajaan melayu yang terletak di Desa Lima Laras, Kecamatan Tanjung Tiram. Kabupaten Batu Bara (Kabupaten Batu Bara merupakan Kabupaten Baru hasil pemekaran dari kabupaten Asahan) Provinsi Sumatera Utara.
Ketika saya waktu masa-masa sekolah sangat sering sekali datang dan bermain-main di istana tersebut karena rumah saya berada di desa Ujung kubu bersebelahan dengan desa Lima Laras. Waktu yang ditempuh dari rumah saya ke Istana Lima Laras sekitar sekitar 40 menit jika menggunakan sepeda karena jaraknya kira-kira 4 kilometer. Jika perjalanan menggukana sepeda motor pasti lebih lagi kan?
Istana Lima Laras tidak terlalu di kenal oleh masyarakat disekitarnya karena apa? Karena kami masyarakat di daerah itu lebih mengenal dengan sebutan "Rumah DatuK".
Rumah Datuk atau Istana Lima Laras tidak begitu banyak orang mengetahui keberadaan seperti Istana Maimun yang berada di Kota Medan. Yang berkunjung ke sana hanya lah masyarakat sekitar dan hanya sesekali ada orang luar daerah yang datang kesana.
Jika di perhatikan dari dekat Rumah datuk ini, sungguh mengagumkan, semua peralatan untuk membangunnya terdiri dari kayu yang di ukir sedemikian rupa. Semua dinding, jendela, pintu bentuk sangat unik dan menakjubkan karena penuh dengan lukisan dan ukiran yang cantik-cantik yang pasti dulunya dikerjakan dengan tangan.
Sepengetahun saya Istana Lima di urus oleh orang yang berada di sekitar istana itu, pada umumnya mereka adalah keturunan dari keluarga kerajaan itu. Sekitar pada tahun 1990-an awal sampai pertengahan, Rumah Datuk itu masih bagus, kita bisa masuk keseluruh ruang yang ada di dalamnya, ruang utama, kamar-kamar, dan lainnya kecuali ada beberapa kamar yang dilarang untuk dibuka, yang katanya itu adalah kamar utama raja. Di tengah-tengah ruang itu ada sebuah tangga putar yang menghubungkan dari lantai satu keatasnya selain tangga yang biasa juga. Akan tetapi jika kita ingin naik ketingkat yang paling atas harus melalui tangga putar itu karena tangga yang lain tidak ada, bahkan kita bisa naik ke atas atap istana tersebut. Ketika di atas atap kita bisa menyaksikan suasana lingkungan sekitar istana dari atas, di sebelak kanan istana terdapat pekarangan perkuburan keluarga istana, di belakang terdapat hutan yg tidak terurus dan masih banyak rusa yang hidup di hutan tersebut, di sebelah kiri istana terdapat rumah-rumah penduduk, di depan istana adalah jalan raya dan diseberang jalan berdiri sebuah mesjid yang megah. Di belakangnya istana sebelah kanan ada sebuah ruang kaputren yang tidak boleh buka dan selalu terkunci. Dihalaman ruang kaputren itu ada sebuah sumur yang besar dan sangat dalam serta airnya sangat jernih sekali. Kata penduduk disekitar bahwa di dalam sumur yang dalam itu hidup seekor ular yang besar yang bisa muncul kapan saja..katanya sih. Benar apa tidak berita yang berkembang itu saya juga tidak tahu, ketika waktu itu saya percaya aja dan takut ketika mau ke sumur itu tapi sampai sekarang berita itu hilang begitu saja tanap ada bukti yang jelas tentang kebenaran berita tersebut.
Waktu ketika hari-hari libur Rumah datuk ramai dikunjungi oleh orang-orang terutama anak-anak remaja.
Beberapa tahun kemudian sekitar tahun 1996, pengunjung tidak lagi bisa masuk kedalam ruang-ruang yang ada dalam istana, naik kelantai atas juga tidak bisa lagi karena lantai-lantainya sudah dimakan rayap dan sudah banya yanng keropos. Pengunjung hanya boleh memasuki lantai satu saja dan mengelilingi sekitar istana.
Sekitar 2 tahun sebelum Indonesia dilanda krisis tahun 1998, saya pernah dengar bahwa Istana Lima Laras ini sudah diambil alih oleh pemerintah untuk merawatnya dan di rencakan untuk merenovasinya terutama bagian-bagian istana yang sudah rusak itu. Sudah ada terlihat beberapa bahan yang akan di gunakan untuk memperbaiki istana itu dan Plank Nama Istana sudah di buat di depan Istana tersebut dengan kata-kata "DEPERTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN SUAKA PENINGGALAN SEJARAH DAN PURBAKALA PROV. D.I ACEH DAN SUMUT ISTANA LIMA LARAS. Namun rencana itu gagal terlaksana karena pada tahun 1998 Indonesia dilanda krisis besar dan sampai sekarang sepengetahuan saya istana lima laras itu belum pernah di perbaik oleh pemerintah. Sekarang pengunjung yang datang kesana hanya bisa melihat dari luar saja keunikan istana lama laras itu dan sangat kelihatan sekali bahwa Rumah Datuk ini tidak terawat lagi. Cerita tentang keindahan dan keunikan ukiran di dalam istana hanya tinggal cerita orang-orang yang dahulunya pernah masuk kedalamnya, bagi generasi sekarang ini tidak bisa lagi menyaksikan langsung keindahan yang ada di dalam istana.
Kami masyarakat disekitar berharap setelah terjadi pemekaran kabupaten ini, dimana sekarang kami termasuk ke dalam kabupaten Batu Bara yang dahulunya kami masih berada di kabupaten Asahan.
Mungkin dahulunya sulit untuk memfokuskan dalam perbaikan istana lima laras itu dikarenakan banyak hal, salah satunya luasnya daerah pemerintahan kabupaten Asahan itu dan banyaknya sarana yang lain lebih penting untuk segera bangun daripada merenovasi Istana lima laras tersebut.
Semoga kedepan pemerintah, khususnya pemerintah daerah kabupaten Batu Bara bisa merenovasi dan memperbaikan rumah datuk itu agar peninggalan sejarah melayu ini bisa dilestarikan kembali serta bisa dikenal oleh seluruh masyarakat lua. Kepada Depertemen Kebudayaan Indonesia bisa melestarikan dan mempublikan kepada masyarakat luas tentang keberada Istana Lima Laras ini.
Jaya Kabupaten Batu Bara
Makmur dan sejahtera rakyatnya.

Reuni teman Aliyah (SMA)

Keterangan Foto: "suasana kekenyangan setelah makan siang bersama"


Pada hari senin tgl 12 oktober, sekitar pukul 12 siang di halaman rumah Amek (Ahmad Sauri) parkir beberapa buah sepeda motor. Di dalam rumah duduk dengan santainya beberapa orang tamu yang sedang bercanda ria, di temani oleh anggota keluarga juga. Suasana siang itu lumayan panas tetapi tak berpengaruh dengan tamu yang hadir, satu persatu tamu terus berdatangan. Hari itu adalah hari reuni alumni Aliyah Teladan Ujung Kubu tamatan tahun 98. Ketika ada yang datang memasuki rumah, yang didalam rumah pada berteriak menyebutkan nama orang yang datang tersebut dan yang lain pada melihat sapa yang datang. Setelah tamat Aliyah pada tahun 98, kami semua sibuk dengan hal masing-masing; ada yang langsung menikah, ada yang bekerja ada yang melanjutkan kuliah ada yang berangkat menjadi TKI dan lain sebagainya. Setelah sekian tahun tidak berkumpul, pada hari itu lah kami mengadakan reuni dengan tujuan semoga kebersamaan yang pernah terjalin bisa dipererat kembali tapi tidak di rancang untuk CLBK loh kecuali yang belum menikah. Semua teman-teman yang perempuannya sudah menikah, kalau yang laki-laki masih banyak yang belum menikah.
Canda dan tawa sungguh sangat mendominasi dalam pertemuan ini, masing-masing teman-teman, mengingat kejadian-kejadian ketika dimasa-masa sekolah di Aliyah, ada yang lucu, ada yang menyedihkan, ada yang menyebalkan, ada yang menyakitkan tapi semuanya di sikapi dengan tertawa.
Selain pertemuan itu diisi dengan saling berbagi cerita antara satu dan yang lainnya juga di adakan makan siang bersama dengan menu: rebus kerang (waw enak bangat), sambat kecap, rebus sayur daun singkong dan ada juga goreng ikan gembung. Luar biasa enaknya kumpul dan makan bersama.
Sungguh reuni ini sangat berarti sekali karena siraturrahim yang lama telah terputus bisa terjalin kembali, satu dan yang lainnya saling membagi pengalaman hidupnya.
Setelah kenyang dan puas di Amek, kami bersama-sama teman-teman yang hadir pergi berkunjung kerumahnya salah seorang teman yang bernama Maisyaroh. Pada hari ini di sedang mendapatkan ujian dari Allah SWT, anak laki-lakinya yang paling kecil meninggal dunia. Sesampainya di sana, kami semua merasa prihatin kepada teman kami itu, ia sungguh terpukul dengan ujian yang sedang ia hadapi, ia seperti orang yang hilang ingatan tapi dia bilang masih mengenal kami semua. Ia masih mengatakan bahwa anaknya tidak meninggal dunia dan setiap tatapannya selalu kosong. Sungguh kasian sekali teman kami itu, semoga Allah memberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi semuanya dan ia bisa menerima semuanya dengan lapang dada. amin.
Setelah itu kami berangkat kerumah teman kami Halimatussa'diah, tapi yang berangkat kesana hanya beberapa orang saja karena yang tidak, ada keperluan lain dan mereka pamit permisi pulang ke rumah masing-masing. Sampai di rumah Halimah, kami dipersilahkan makan lagi.
Secara keseluruhan sungguh hari itu menyenangkan walaupun ada teman kami yang mendapat ujian.
Semoga hubungan siraturrahmi kami alumni Aliyah Teladan Ujung Kubu tamatan 98 bisa tetap terjaga walaupun ada 2 orang sahabat kami sudah berpulang kerahmatullah, yaitu Kharoni dan Rozali. Kami selalu mendoakan mereka berdua, semoga segala amalnya di terima disisi Allah dan ditempatkan ditempat yang mulia. amin.
Sukses buat semua teman-teman.

"JAYA SELALU ALIYAH TELADAN UJUNG KUBU"



Sampai jumpa lagi direuni-reuni berikutnya.
Salam
Madrasah Aliyah Teladan Ujung Kubu
Desa Ujung Kubu
kecamatan Batu Bara
Provinsi Sumatera Utara.

Kamis, 22 Oktober 2009

Reuni Teman2 Kuliah

Foto Bersama: (berdiri) Ahmadi Kemit, Amirullah Ahmad Nst, Ernawati, Andry Kesuma,Zulkifli Hazmar, Suami Dini, Khaidir dan anaknya.(duduk): Halimah dan Anaknya, Dini Marlina dan keponakannya, Hafni Nst.


Perjalanan waktu sungguh sangat cepat sekali. Waktu yang telah berlalu tidak bisa kembali lagi. Masih sangat segar dalam pikiranku waktu menjalani hari-hari semasa kuliah sekitar 8 tahun yang lalu. Setelah menyelesaikan S1 di Fakultas Tarbiyah IAIN-SU Medan bulan Desember 2002, saya dan teman-teman sangat jarang sekali ketemu kembali khususunya teman-teman yang satu lokal (PAI-1 angkatan '98). Kami sibuk dengan urusan masing-masing, bertebaran di muka bumi mencari jati diri masing-masing dengan berbekal ilmu yang di dapat dari IAIN-SU Medan. Ada yang melanjutkan studinya ke jenjang yang selanjutnya, ada yang membina rumah tangga, ada yang meniti karir di lembaga-lembaga masyarakat, ada yang bekerja sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki yaitu jadi tenaga pengajar, ada yang mengembangkan ilmunya dan bekerja di bidang lain. Beberapa tahun lamanya semua sibuk dengan pengembangan kehidupannya masing-masing. Ada beberapa orang masih saling berkomunisakasi walaupun mereka berjauhan tempat tinggal. Berawal dari beberapa orang tersebut timbul keinginan untuk mengadakan kumpul kembali bersama teman-teman khususnya teman-teman PAI-1, ada rasa rindu, kangen untuk berkumpul, bercerita, bercanda seperti masa-masa waktu kuliah dahulu. Dengan adanya telepon seluler yang hampir setiap orang memilikinya, bisa membantu untuk mencari dan menemukan dimana teman-teman berada.
Dengan izin Allah SWT rencana itu terlaksana juga tepatnya pada hari Minggu, tanggal 11 Oktober 2009 yang diadakan di rumah Dini Marlina, SPd.I di Jl. Denai - Medan, Sumatera Utara. Walaupun yang datang di pertemuan tersebut tidaklah begitu banyak tapi tidak mengurangi meriahnya pertemuan itu, mungkin karena ini merupakan pertemuan yang pertama kalinya. Ketika bertemu, berbagai perubahan terjadi pada teman-teman, ada yang berpenampilan agak berwibawa, ada yang bertambah bocor bercandanya, ada yang agak JAIM, ada yang lebih tua dari pada umurnya, pokoknya kocak sekali dipertemuan itu. Pertemuan itu terasa begitu berarti bagi semua, teman-teman yg tidak bisa hadir, kami hubungi melalui telepon dan kami ceritakan kondisi pertemua itu.
Setelah menyantap hidangan yang disediakan oleh Dini dan keluarga, melakukan foto-foto bersama, tanpa terasa haripun mulai sore dan kami semua berpamitan untuk pulang.
Pertemuan yang singkat tapi sungguh bermakna. semoga ikatan persaudaraan antara kami semua berjalan dengan baik dan mendapatkan ridho dari Allah swt. amin.

Semoga pertemuan ini bisa terlaksanakan kembali dan yang hadir bisa lebih banyak lagi.
Sukses buat semuanya.

Kamis, 01 Oktober 2009

Upaya Mempertahankan Fitrah

Selama satu bulan kita diberikan Allah fasilitas untuk mendekatkan diri dengan-Nya. Allah Maha Suci, maka jika seorang hamba ingin dekat dengannya haruslah dalam keadaan suci pula. Manusia tidak luput dari dosa, hampir setiap detik manusia berdosa tapi manusia yang baik adalah manusia yang menyadari akan dosanya dan senantiasa memohon ampun kepada Allah, seperti yang dikatakan rasulallah saw "Setiap manusia pasti berdosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang orang yang memohon ampun (bertaubat). Ramadhan adalah salah satu sarana untuk penghapusan dosa tersebut. Ramadhan merupakan madrasah spiritual yang menyediakan banyak sarana agar seorang hamba bisa dengan sang Kholik-Nya. Segala amal kebaikan yang dilakukan di bulan ramadhan mendapatkan pahala yang berlipat ganda serta menghapuskan segala dosa-dosa yang pernah dilakukan jika amal kebaikan yang dilakukan itu dengan ikhlas dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Berbagai macam amal yang telah dilakukan ketika di bulan ramadhan, seperti: melaksanakan puasa, tadarus, sholat tarawih, witir, tahajjud serta dhuha, menyantuni anak yatim dan fakir miskin, mengelurkan infak, sadakoh serta zakat fitra dan harta. Semua itu dilakukan bukan hanya semata-mata karena kewajiban yang harus dijalankan dan mengharapkan pahala yang besar, akan tetapi lebi dari itu, yaitu upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah agar bisa berasa difrekwensiNya Allah. Jika uapaya-upaya itu bisa dilaksanakan dengan maksimal maka barulah seorang hamba itu bisa mencapai predikat orang yang bertakwa dan setelah ramadhan selesai ia berhak merayakan hari kemenangannya, yaitu Idul Fitri (Kembali kepada kesucian) dimana ditandainya dengan dikumandangkan dengan takbir memuji keagungan Allah. Hari kemenangan itu sudah berlalu dan sekarang kita kembali kepada kehidupan seperti biasanya. Sekarang timbul pertanyaan untuk kita semua: Bisakah kita tetap mempertahankan fitrah telah kita raih itu? Bagaimana upaya untuk mempertahankan fitrah yang telah kita perjuangkan untuk meraihnya selama ramadhan tersebut? Secara jujur kita semua pasti berkeinginan untuk bisa mempertahankan fitrah yang telah kita raih itu. Yang sering menjadi permasalahan adalah ketika selesai ramadhan banyak orang yang terbawa arus dan kembali kepada jurang kemaksiatan seperti halnya menjalani hari-hari sebelum ramadhan. Untuk mempertahankan firtah yang telah di raih itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan, diantaranya: senantiasa bertaubat kepada allah, bertakwa kepada Allah, mendirikan sholat dan jangan mensekutukan Allah. Ini semua sudah dijelaskan oleh Allah melalui firman-Nya dalam surat Ar-rum (30) ayat 30-31, yang berbunyi: "Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta didirikanlah shalat dan janganlah kamu masuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. (QS. 30: 30-31).
Jika kita ingin tetap senantiasa berada dalam kesucian dan mempertahankan frekwesi tetap berada satu frekwensi dengan Allah, kita harus melakukan upaya-upaya yang sudah digaris oleh Allah tersebut.
Semoga usaha kita untuk mempertahankan fitrah kesucian ini mendapat ridho dari Allah swt.

Rabu, 16 September 2009

Aku Masih Kangan Sama Kamu

Saya mempunyai seorang sahabat yang sangat baik sekali. Perjalanan waktu dan tantangan kehidupan yang membuat kami berpisah sekian lama. Saya merasa sangat kehilangan dia, saya rindu dengan dia, saya mendambakan kehadirannya. Pada suatu hari saya mendengar kabar bahwa ia akan datang menemui saya dan akhirnya kami pun bertemu kembali. Ketika awal pertemuan dia mengatakan bahwa pertemuan ini tidak akan lama, hanya beberapa hari saja setelah itu dia akan pergi lagi. maka untuk itu, hari-hari kami lalui bersama, jalan bersama, makan bersama, beraktivitas bersama. Saya tidak mau melewat hari itu dengan sia-sia tanpa berarti. Saya merasa bahagia sekali bisa bertemu dia karena dia mengajarkan banyak hal kepada saya; saya diajarkan optimis dalam menjalani hidup, saya diajarkan agar selalu bersabar, saya diajarkan agar selalu berbuat baik kepada sesama, saya diajarkan agar senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan kepada saya, saya diajarkan untuk rendah hati, istiqomah dan lain-lain. Ketika tiba waktunya berbisah saya sangat sedih sekali. Terlintas dalam pikir saya, apakah saya masih bisa berjumpa dengannya lagi? Kini saya menjalankan hari-hari seperti biasa lagi tanpa dia ada disisi saya.
Cerita ini saya analogi dengan ramadhan, Ketika ramadhan datang kita merasa gembira dengan kedatanganya dan merasa bahagia menjalani hari-hari bersama dengan ramadhan, menjalani rutinitas yang ada dalam ramadhan dengan sabar, menikmati segala fasilitas yang disediakan ramadhan; ada sahur, ceramah agama, buka puasa, sholat tarawih, sholat witir, sholat tahajjud, tadarus al-Qur'an, zakat fitra, berbagi rezeki dengan sesama. Ramadhan mengajarkan kita banyak hal dalam menjalani kehidupan ini, diantaranya: mengajarkan kita keikhlasan, mengajarkan tentang syukur, mengajarkan kita rendah hari, mengajarkan kita bersifat sabar, menumbuhkan dalam diri kita agar peka terhadap lingkungan sekitar (kepedulian sosial), mendidik kita menjadi orang yang amanah dan banyak sifat terpuji lainnya yang didapat di ramadhan. Menjelang detik-detik kepergiannya kita merasa sangat sedih sekali karena kita sudah merasa sangat menikmati indahnya ramadhan, kita pun berpikir, apakah umur kita sampai pada ramadhan yang akan datang? jangan-jangan ramadhan kali ini merupakan ramadhan yang terakhir dalam hidup kita. Maka pada saat itu kita berdoa kepada Allah jangan jadi kan ramadhan kali ini merupakan ramadhan yang terakhir dalam hidup kita, semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan ramadhan-ramadhan yang akan datang. Seandainya takdir Allah menggariskan bahwa ramadhan kali ini merupakan ramadhan terakhir dalam hidup kita, kita mohon kepada Allah mengampuni segala dosa-dosa kita, menerima segala amal kebaikan kita, kita menghadap Alllah dalam keadaan Khusnul Khotimah, menghadap Allah dalam keadaan sujud di hadapan Allah.
Sudah hampir 10 hari ramadhan telah meninggalkan kita semua, terasa rindu dengan suasana ramadhan tapi sebenarnya kita tidak perlu khawatir karena masih ada puasa 6 hari dibulan syawal yang bisa kita lakukan dan membuat suasananya seperti di suasana bulan ramadhan. Selanjutkan kita bisa melanjutkannya dengan melaksanaka puasa senin-kamis agar suasana batin kita merasakan auranya ramadhan, seperti yang dikatakan rasulallah dalam hadisnya: "Seandainya umatku tahu keuatamaan puasa ramadhan, maka meraka akan meminta ramadhan sepanjang tahun"
Marilah kita jadikan hari-hari kita seperti hari-hari di bulan ramadhan.
Semoga kita diberikankan kekuatan oleh Allah agar selalu menjadi orang yan istiqomah dan bisa merasakan ramadhan sepanjang tahun.
amin, ya rabbal 'alamin.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Minal 'aidin wal faizin.
Taqobbalallahuminna waningkum taqabbal ya karim.

Selasa, 15 September 2009

Hidangan Ramadhan Akan Berakhir

Pada suatu ketika saya membuat acara di rumah saya, mengundang bapak/ibu dan saudara/saudari sekalian untuk datang ke rumah saya pada acara tersebut. Saya menyediakan berbagai macam ragam makanan, ada rendang, ada spagety, ada bakso, ada daun ubi tumbuk, ada pempek, ada salad, ada kambing guling, ada bebek bakar, dan lain-lain. Dan juga berbagai jenis minuman, ada sprite, ada fanta, ada es campur, ada bermacam juice, ada es cincau, ada soft drink, ada air mineral, dan lainnya. Ketika bapak/ibu, saudara/i tiba di rumah saya lalu saya mempersilahkan para tamu yang hadir untuk menyantap hidangan yang telah di sediakan agar rasa lapar dan haus para tamu sekalian bisa di hilangkan. Namun para tamu yang hadir hanya diam saja, hanya beberapa orang yang bangkit dari tempat duduknya dan mengambil hidang yang telah disedikan itu. Timbul pertanyaan, apakah bapak/ibu, saudara/i sekalian bisa menghilangkan rasa lapar dan haus tanpa beranjak dari tempat duduk untuk mengambil dan mencicipi hidangan yang telah ada? Pasti jawabannya tidak. Yang bisa merasakan enaknya hidangan itu dan bisa menghilangkan rasa lapar serta hausnya adalah orang-orang yang bangun dari tempat duduknya kemudian mengambil hidangan dan menyantapnya dengan baik.
Begitu juga dengan bulan puasa ramadhan, Allah dan Rasulullah SAW mengatakan bahwa bulan ramadhan ini adalah bulan penuh ampunan, bulan kasih sayang, bulan penuh rahmat, bulan pembakaran segala dosa, bulan yang dilipatkan gandakan pahala amal kebaikan, bulan kemenangan. Berita ini sudah diberi tahukan kepada seluruh umat manusia yang ada di muka bumi ini. Ganjaran yang akan diterima oleh orang-orang yang megerjakan puasa ramadhan adalah menjadi orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang berusah untuk menuju kesucian agar bisa berada difrekwensinya Allah karena Allah adalah zat yang Maha suci.
Sekarang timbul pertanyaan, untuk siapakah bulan ramadhan itu? Siapakah yang mendapatkan fasilitas yang disediakan oleh ramadhan tersebut? apakah setiap orang yang melaksanakan puasa ramadhan sudah bisa dikatakan bertakwa?
Dari cerita diatas bisa kita simpulkan bahwa bulan ramadhan itu disiapkan Allah hanya untuk orang-orang yang beriman yang mau melaksanakan ibadah itu dengan keimanan. Yang mendapatkan fasilitas yang disediakan ramadhan adalah orang-orang yang mau mendatangi dan memasuki ramadhan dengan rasa gembira dan tidak semua orang yang mengerjakan puasa ramadhan menjadi orang yang bertakwa, karena firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 183, diakhirnya mengatakan "la'allakum tattaqun" yang artinya agar kamu menjadi bertakwa. Yang digaris bawahi disini adalah ada usaha untuk meraih peridekat takwa tersebut.
Bagi orang-orang yang bisa melahirkan sifat-sifat takwa setelah melaksanakan puasa ramadan, mereka itulah yang mendapatkan predikat takwa di mata Allah SWT.
Ramadhan sebentar lagi akan pergi meninggalkan kita semua, mari kita merenungkan, apakah ibadah ramadhan yang telah kita lakukan sudah mengantarkan kita menjadi orang yang rendah, hati, orang yang penyabar, orang yang bersyukur, orang yang istiqomah, orang yang berkepedulian sosial, orang yang optimis dalam hidup, orang yang pema'af, orang yang menjaga diri dari segala kemaksiatan dan lainya karena sifat-sifat itu adalah merupakan sifat-sifat orang yang bertakwa yang sebutkan Allah dalam al-quran. Jika belum ada, marilah kita isi sisa ramadhan yang tinggal beberapa hari ini dengan memperbanyak zikir, baca qur'an, i'tikaf di mesjid, siraturrahim dan amalan-amalan lainya. Manusia tidak luput dari dosa, semoga usaha yang kita lakukan dengan penuh keikhlas ini mendapatkan ganjaran disisi Allah SWT dan kita termasuk orang-orang bertakwa dan pada akhir kita akan kembali kepada kesucian, dan akhirnya kita akan merakan hari kemenangan, yaitu idul fitri.
Semoga ramadhan kali membawa perubahan hidup bagi kita semua dan semoga Allah berikan kesempatan kepada kita untuk memasuki ramadhan berikutnya. amin.

Kamis, 10 September 2009

Ramadhan dan Kepedulian Sosial

Ajaran Islam yang di perintahkan Allah kepada umat muslim, di samping berdimensi spiritual tentu juga mempunyai dimensi sosial. Ini bisa kita dalam al-Qur’an, banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan hal tersebut, seperti dalam surat al-ma’un (107) ayat 1-7, yang kira-kira artinya: "Taukah kamu (orang) yang mendustakan agama?, Mereka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak memberi makan orang miskin. Maka celakalah bagi orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap sholatnya, yang berbuat ria,dan enggan (memberikan) bantuan.(QS. 107: 1-7)
Ini sangat tegas sekali apa yang dikatakan Allah, tidak akan ada artinya bahkan bisa celaka bagi orang-orang yang hanya sibuk melaksanakan ibadah (sholat) hanya kepada Allah tanpa memperdulikan lingkugan sosialnya, sebagai wujud dari pengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah tersebut. Allah tidak hanya mengharapkan kita jadi hamba yang hanya soleh secara individual saja tapi harus juga soleh secara sosial.
Salah satu ajaran Islam adalah puasa. Puasa adalah konsepsi keimanan yang mampu mempengaruhi kepribadian seseorang. Sehingga dengan puasa manusia akan menemukan makna dan visi kehidupannya, yang terpenting adalah menjaga keseimbangan antara tuntutan individu dan kebutuhan sosial masyarakat. Maka sejauh manakah puasa bisa memberikan dampak sosial dalam kehidupan manusia? Ketika kita berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari, maka kita akan merasakan apa yang sering di rasakan oleh orang-rang miskin, yaitu rasa lapar, rasa haus, lemas dan kurang bertenaga. Satu hari saja kita tidak makan dan minum sudah merasakan betapa beratnya untuk melaluinya, bangaimana dengan orang-orang miskin yang mungkin sudah berhari-hari mereka tidak makan dan minum? atau mereka makan hanya sakali sehari? pasti lebih berat lagi mereka rasakan untuk menjalani hidup sehari-harinya.Dengan datangnya ramadhan, maka diharapkan lah dalam diri setiap orang yang melaksanakan puasa ramadhan bisa menumbuhkan sikap kepedulian sosial dan bisa berbagi berbagai hal.Fenomena ini sangat kelihatan di setiap bulan suci ramadhan, khususnya dikota-kota besar, seperti Jakarta. Selama bulan ramadhan para orang-orang yang mampu berlomba-lomba mengadakan berbagai acara yang berbentuk kepedulian sosial, seperti mengadakan buka puasa bersama dan memberikan santun kepada anak yatim dan fakir miskin, ada yang mengadakan buka puasa dirumahnya dengan memanggil anak yatim serta penceramah untuk menyampaikan tausyiah kepada tamunya dan ada juga yang mengadakan kunjungan kepesantren-pesantren dan memberikan bantuan dalam berbagai bentuk, baik berupa bingkisan, uang, pakaian, makanan, dan lainnya.Semangat untuk berbagi di bulan Ramadhan sangat lah tinggi, sehingga orang-orang yang biasanya mereka hidup kekurangan di hari biasa bisa merasakan makan yang enak-enak yang sering dikonsumsi oleh oran-orang kaya.Dengan ibadah ramadhan selama 29-30 hari, Allah mendidik dan menumbuhkan kepedulian sosil dalam diri kita untuk bekal 11 bulan kedepan. Dengan terbiasanya kita berbagi di bulan ramadhan, maka seharusnya diluar ramadhan, kita bisa melanjutkan kebiasaan tersebut. Kenapa? Karena orang-orang fakir, miskin dan anak-anak yatim itu tidak hanya mereka membutuhkan makan dan minum di bulan ramadhan saja tetapi di bulan biasa mereka juga perlu makan dan minum.Pada umumnya kebiasaan ini hanya terlihat dibulan ramadhan saja dan jarang terlihat dibulan-bulan lain. Ini biaa diartikan bahwa puasa yang kita lakukan tidak bisa mendidik dan membentuk kita menjadi berkepribadian sosial. Maka tujuan puasa yang diharapkan oleh Allah agar menjadi orang yang bertakwa, bisa dikatakan tidak tercapai karena salah satu sifat orang yang bertakwa itu adalah mempunyai kepedulian sosial. Sesuai dengan firman Allah dalam surat ali Imran (3): 133-134: "Dan bersegerahlaj kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu orang yang menginfakkan hartanya baik diwaktu lapang dan sempit....Qs. 3: 133-134).Maka benarlah apa yang dikatakan oleh rasulallah dalam hadisnya, "Betapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya, kecuali lapar dan haus”.Mari kita evaluasi puasa yang telah kita laksanakan, apa puasa ramadhan yang telah kita lakukan ini sudah membentuk kita menjadi orang yang peduli kepada orang-orang sekitar kita? Ramadhan tinggal beberapa hari lagi, mari kita isi sisa ramadhan ini dengan sebaik-baiknya dan penuh arti agar kita bisa mencapai predikat bertakwa.Maka, dengan demikian, melaksankan puasa ramadhan merupakan sebagai pemenuhan atas pilar keislaman yang didasari oleh dimensi keimanan, jika dijalani dengan baik akan melahirkan dimensi kemanusiaan seseorang dalam upaya mengasah rasa kepeduliaannya terhadap kelompok masyarakat ekonomi yang kurang mampuMaka idealnya setiap individu muslim yang telah berpuasa mempunyai kepedulian sosial. Sikap ini merupakan modal dasar bagi kita dalam upaya pengikisan perbedaan kelas sosial ekonomi dalam masyarakat. Kelompok masyarakat yang mempunyai kepedulian sosial yang tinggi berpotensi mampu menyelesaikan persoalan sosial ekonomi lingkungannya. Di sinilah letak titik strategis kita sebagai umat Islam, di mana agama mempunyai konsepsi dan strategi Pengentasan kemiskinan. Jika kita semua yang telah melaksanakan puasa ramadhan bisa membentuk diri kita menjadi berkepribadian sosial yang tinggi, maka umat muslim yang miskin-miskin lambat laun akan berubah menjadi orang-orang yang mampu dan bisa membantu saudara-saudaranya lain juga.Subhanallah, begitu indahnya ajaran Islam.Semoga ini semua bisa jadi bahan renungan untuk kita semua.

Senin, 07 September 2009

I'TIKAF, "Menggapai ampunan mengharapkan rahmat"

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang yang mulia, penuh dengan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Semua amalan sunnah di balas dengan pahala amalan wajib dan segala amalan wajib dilipatgandakan oleh Allah pahalanya beratus kali lipat. Di bulan Ramadhan ada satu malam istimewa, jika kita mendapatkannya segala amal kebaikan kita dibalas oleh Allah dengan ganjaran sama dengan beramal selama 1000 bulan. Banyak sekali amalan-amalan yang bisa mengantarkan kita untuk mendapatkan malam tersebut. 'Itikaf di mesjid merupakan salah satu cara untuk mendapatkan malam tersebut, itulah Malam Seribu Bulan " Malam Lailatul Qadr".Sehubungan dengan itu, mari kita mengisi malam-malam 10 hari terakhir dengan memperbanyak dan meningkatkan ibadah dan pengabdian kepada Allah.
Insya ALLAH masjid Quba akan menyelenggarakan kegiatan i'tikaf bersama para Qari' dan ustadz, pada:
Hari/tanggal : Jum'at malam sabtu, 11-12 september 2009
Pukul : 23.00-03.00 wib
Tempat : Mesjid QUBA. Komplek DPR RI Pribadi, Joglo. Jakarta Barat
Penceramah : Dr. H. Andian Parlindungan, MA,
Drs. H. Mashyuril Khomis, MA,
Drs. H. Irhamsyah, MA,
Drs. M. Iqbal Irham, MA.
Qori : H. Yasir Arafat, MA,
H. Muhammad Fauzi Lubis, MA,
H. Mahfud Arsyad.
Acara : Tausyiah, Bacara qur'an, Qiyamullail, Muhazabah dan zikir.
Acara ini terbuka untuk umum.
Semoga ramadhan saat ini lebih dari ramadhan-ramadhan yang telah lalu dan banyak membawa perubahan dalam hidup kita dan semoga juga Allah memberikan kita kesempatan untuk melaksanakan ramdhan-ramadhan yang akan datang. amiin ya rabbal 'alamin.

Sabtu, 05 September 2009

Puasa "Mengajarkan kesabaran"

“Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat...”
(QS. Al Baqarah [2]: 45).

Puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan harus saja dari terbit pajar hingga terbenam matahari, akan tetapi ada hal penting yang diajarkan dari pelaksanaan ibadah puasa, yaitu salah satunya "Kesabaran".
Puasa merupakan perintah Allah, wajib dilaksanakan oleh setiap muslim yang beriman. Pada tataran prakteknya ibadah puasa terkadang terkesan menyiksa perut menahan lapar dan haus, dari terbit fajar hingga terbenam matahari, apalagi saat siang hari.
Jika kira tidak sabar menjalaninya maka kita tidak akan kuat melaksanakannya. Dengan perintah pelaksanaan puasa, umat muslim yakin bahwa Allah menguji sejauhmana tingkat kesabaran manusia. Sabar merupakan ekspresi kesucian hati untuk siap menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan, dan menerima segala ketentuan yang diberikan olehNya. Dan, pada gilirannya akan merasakan ketenangan batin.
Ketika kita melaksanakan ibadah puasa kita diajarkan Allah tentang kesabaran dalam berbagai hal; sabar menahan lapar, sabar menahan haus, sabar menahan amarah, sabar menahan untuk berbicara hal-hal yang tidak bermanfaat, sabar menahan pendengaran, sabar menahan hawa nafsu, dan lain-lain. Ini semua harus di jalani agar puasa kita mendapat nilai kebaikan disisi Allah.
Pada umumnya di bulan ramadhan ini, sifat sabar itu sangat kelihatan sekali, contoh: kita sanggup tidak makan dan tidak minum selama beberapa jam tapi kita tetap beraktifitas seperti biasanya bahkan ada yang meningkat aktivitasnya ketika di bulan ramadhan, di jalan raya, cara orang membawa kendaran terlihat baik bila dibandingkan di hari-hari biasa, tidak saling berebut jalan ketika macat, ketika menjalan ibadah tarawih, sabar melalui tahan-tahapan yang ada, ketika sahur, dan masih banyak lagi kegiatan lain yang kita jalani dengan penuh kesabaran selama di bulan ramadhan.
selama 29-30 hari kita berpuasa, Allah didik dan ajarkan kita untuk bersifat sabar dalam segala hal, akan tetapi anehnya, kenapa ketika ramadhan berlalu, sifat penyabar yang telah kita jalani selama ramadhan seolah-olah ikut juga berlalu. Pada umumnya kita kembali ke watak asli kita, padahal Allah berharap setalah melaksanakan puasa ramadhan selama satu bulan, maka sifat sabar yang sudah kita dapat dari ramadhan itu bisa dilanjutkan di sebelas bulan kedepannya agar kita bisa merasakan ramadhan sepanjang tahun seperti yang dikatakan Rasulallah saw, dalam haditsnya "Jika ummat ku tahu keutamaan puasa ramadhan maka ia akan ramadhan sepanjang tahun".
Dengan demikian marilah kita maknai puasa ramadhan ini sebaik-baiknya semoga sifat penyabar yang telah diajarkan dengan melaksanakan ibadah ramadhan bisa kita pertahan sepanjang hayat kita dan semoga kita menjadi orang yang bertakwa.

Kamis, 03 September 2009

Manusia Tidak Bisa Hidup Sendiri

Sifat dasar manusia adalah tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain karena manusia memang diciptakan oleh sang Kholik bersifat lemah, tidak mempunyai apa-apa, hanya terbungkus kulit ari.
Dalam mewujudkan kehidupan yang bahagia di dunia dan bahagia di akhirat, Allah menciptakan banyak sarana. Sarana ini tidak akan bisa dipergunakan bagi manusia-manusia yang tidak cerdas dalam menjalani kehidupan ini. Kita sebagai manusia yang hidup di dunia ini tidak bisa berbuat semaunya kita tapi ada batasan masing-masing, waktu yang tersedia hanya sebentar, dibatasi oleh ruang dan waktu. Jadi setiap detik dari perjalanan hidup yang kita jalani harus punya makna agar dikemudian hari tidak terjadi penyesalan yang bisa menghambat perjalan hidup kita kedepannya.
Menjalin persahabatan merupakan salah satu cara untuk mewujudkan kebahagiaan hidup di dunia ini, dengan adanya sahabat yang berada di sekitar kita, maka kita saling berbagi dalam berbagai hal antara yang satu dengan yang lainnya, bisa saling bertukar pikiran, bisa saling memberi motivasi, bisa saling membantu dalam menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan, bisa saling memberitahu dalam ilmu pengetahuan dan lainnya. Kenapa ini semua dibutuhkan?Karena pada dasarnya manusia itu tidak bisa hidup sendiri, antara satu dan yang lainnya harus saling mengisi kekuarangan yang ada, membatu dalam setiap permasalahan kehidupan dan manusia juga merupakan makhluk sosial.
Jika kita semua bisa menyadari bahwa kita tidak bisa hidup sendiri tanpa bantu yang lainnya, maka segala sesuatu yang kita lakukan pasti kita akan melakukannya dengan keikhlasan hati dan mewujudkan pencapaian hasil yang terbaik. Hidup damai dan menjalani secara kebersamaan merupakan impian setiap insan. Akan tetapi dalam mewujudkan impian tersebut bukan lah sesuatu yang mudah, dibutuhkann pengorbanan, perjuangan, saling pengertian, kesetian dan proses yang cukup panjang. Jika itu semua bisa dilewati, maka rintangan dan tangtangan yang lainnya akan menanti, diantaranya adalah ujian dalam mempertahankan kebersamaan yang telah dijalani tersebut.
Bisa kah itu semua kita wujudkan dalam kehidupan kita?
Mari kita renungkan bersama dan berusaha untuk mewujudkannya. Pada perinsipnya tidak ada yang tidak mungkin dalam kehidupan di dunia ini. Allah Maha Kuasa.
Seperti yang firmankan Allah dalam surat al-Insyirah (94) : 5-8, yang artinya: "Maka sesungguhnya disetiap kesulitan ada kemudahan, dan sesungguhnya disetiap kesulitan ada kemudahan. maka apa bila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang berikutnya) dan hanya kepada Tuhanmu-lah engkau berharap"
Selamat berjuang, semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua agar semua cita-cita mulia kita di mudahkan Allah dalam mewujudkannya. Amin.

Kamis, 20 Agustus 2009

Puasa "Upaya Pembentukan Karakter"

"Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang yang bertakwa." (QS. 2:183)

Ketika kita menyatakan bahwa diri kita beragama Islam, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, setelah itu dilakukan baru bisa disebut seorang Muslim. Ada 5 syarat yang wajib kita laksanakan sebagai bukti bahwa kita beragama Islam, salah satunya adalah melaksanakan Puasa Ramadhan. (yang lainnya adalah: mengucap dua kalima syahadat, sholat, zakat dan haji).
Puasa Ramadhan merupakan kewajiban rutin sebulan satu kali dalam setiap tahunnya yang dikerjakan oleh setiap umat Muslim. Kewajiban melaksanakan puasa ini dengan tegas dijelaskan oleh Allah dalam al-quran surat al-baqarah ayat 183-186. Bagi kita yang dilahirkan dari kalangan keluarga Muslim, melaksakan puasa ini bukanlah sesuatu hal yang asing lagi tapi sudah menjadi kegiatan rutinanitas setiap tahunnya. Hampir seluruh umat Islam bergembira menyambut momentum tersebut. Bagi yang berumur 40 tahun, berarti dia sudah diwajibkan melaksanakan puasa ramadhan sekitar 27 kali atau 26 kali, tergantung sejak mulai usia berap ia diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa tersebut.
Jika sudah sebanyak itu melaksanakan puasa ramadhan, maka muncul beberapa pertanyaan: apa yang kita dapat dari menjalankan ibadah puasa? apa hanya sekedar mendapat lapar dan haus saja? dan apa tujuan Allah memerintah puasa kepada kita? apa hanya sekedar sebatas kewajiban seorang hamba kepada khaliknya? atau ada tujuan lain dari perintah tersebut?
Sebenarnya, jika kita bisa cerdas memahami makna surat al-baqarah ayat 183 itu lebih dalam, maka secara otomatis pertanyaan diatas bisa terjawab. Dalam ayat tersebut ada beberapa kata kunci yang bisa kita lihat. Pertama: orang yang beriman, Kedua: diwajibkan atas kamu berpuasa, dan Ketiga: menjadi orang yang bertakwa. Jadi yang diwajib oleh Allah disini adalah orang yang beriman, (yaitu orang-orang yang percaya kepada Allah, kepada Malaikat, kepada Kitab, kepada Rasul, kepada hari kiamat dan kepada takdir) untuk melaksanakan puasa (yaitu orang-orang yang telah menjalankan rukun Islam) dan di akhir ayat, Allah mengatakan semoga menjadi orang yang bertakwa.
Sekarang mari kita lihat hubungan dari ketiga kata kunci tersebut, Ketika seseorang telah mengakui bahwa ia telah beriman maka secara otomatis ia akan melaksanakan puasa ramadhan karena puasa ramadhan merupakan perintah dari Allah yang dibawa oleh Rasul-Nya dan tertulis dalam kitab-Nya. Berarti hubungan sangat jelas sekali. Yang menjadi persoalan adalah apa hubungannya dengan takwa? apakah setelah seseorang menjalan puasa ramadhan, ia sudah bisa dikatakan bertakwa?
Sebelum dijawab pertanyaan ini, mari kita lihat sifat-sifat orang yang bertakwa dalam al-Qur'an. agar kita bisa tahu seperti apakah orang yang bertakwa itu. Dalam al-Qur'an banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan sifat-sifat orang yang bertakwa, diantaranya
  1. al-Baqarah (2) : 177, sifat orang yang bertakwa adalah: Menepati janji, sabar, benar/jujur.
  2. Ali imran (3) : 102-103, sifat orang yang bertakwa adalah: menjalin siraturrahim, syukur, menjaga diri.
  3. Ali imran (3) : 133-135, sifat orang yang bertakwa adalah: Kepedulian sosial, mengendalikan diri (menahan amarah), pemaaf, berbuat kebaikan, bertaubat.
  4. al- Ahzab (33) : 35, sifat orang bertakwa adalah: taat, benar/jujur, sabar, khusyu', bersedekah (kepedulian sosial), memelihara diri, zikir
  5. di ayat-ayat lain mengatakan sifat orang bertakwa itu, ikhlas, tawadu', penyayang, tanggung jawab, amanah dan lain-lain
Maka dengan demikian, ketika Allah mewajibkan orang beriman untuk melaksanakan puasa khususnya puasa ramadhan seharus dapat melahir sifat-sifat di atas, bukan hanya sekedar sebatas kewajiban tapi yang paling penting adalah pembentukan karakter kejiwaan dengan menampilkan sifat-sifat tersebut dalam kehidupan sehari hari. Ramadhan merupakan "Madrasah Spiritual" karena di dalam pelaksanaan ibadah tersebut banyak mengajarkan nilai-nilai kebaikan dalam upaya pembentukan pribadi yang takwa. Jika ini semua bisa terbentuk maka apa yang diharapakan oleh Allah dalam surat al-baqarah ayat 183 bisa bisa terwujud. Akan tetapi dengan melaksanakan puasa tidak bisa melahirkan sifat-sifat di atas, maka bisa dikatakan puasa yang kita laksanakan tidak ada arti kerena tujuan ibadah puasa di perintahkan adalah agar kita semua bertakwa.
selama 29-30 hari (1 bulan) dalam setahun kita dididik oleh Allah untuk melaksanakan akhlak-akhlak tersebut dan diharapkan selama 11 bulan kedepan kita bisa menjaga untuk mempertahankan pelaksanaan akhlak-akhlak itu dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika akhlak ini bisa kita laksanakan dalam kehidupan kita sehari-hari barulah kita bisa mencapai tujuan sebagimana yang diharpkan oleh Allah, yaitu TAKWA.
Akan tetapi jika kita tidak mendapat nilai-nilai akhlak itu setelah melaksankan ibadah puasa maka benarlah apa yang telah dikhawatir oleh Rasulullah dalam haditsnya, "Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan haus saja".
Sekarang kembali kepada kita semua sudah berapa lama kita melaksanakan ibadah puasa dalam hidup kita?, apakah sifat-sifat di atas sudah kita dapatkan dan sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari? hanya diri kita sendiri, sejauhmana khalitas puasa yang telah kita jalani. Jika belum mendapatkan apa-apa dari ibadah puasa yang telah kita jalani, belum terlambat, mari renungkan bersama dan memperbaiki diri kita agar bisa melaksanakan ibadah puasa ramadhan dengan lebih baik lagi agar kita semua bisa menjadi orang-orang bertakwa. amin.
Selamat menyambut bulan suci Ramadhan, semoga ramadhan kali ini dapat memberi makna dan perubahan yang berarti dalam kehidupan kita kedepan.

Selasa, 23 Juni 2009

"Tantangan Hidup di Kota Metropolitan" sebuah perenungan

"Semakin majunya teknologi,
segalanya terasa amat dekat dan mudah untuk dilakukan
tapi perlu diingat,
ada hal-hal yang tidak bisa digantikan dengan kemajuan teknologi tersebut"
Dengan kemajuan teknologi pada saat ini sering membuat orang lupa bahwa tidak semua masalah bisa diselesai dengan teknologi tersebut. Mungkin sebahagian orang berpikir dengan adanya telepon gemgam, ketika rindu sama keluarga atau ada keperluan, mereka tidak perlu ketemu secara langsung tapi cukup dengan menelepon saja, rasa rindu bisa terobati dan masalah bisa diselesaikan. Kunjung-mengunjungi yang merupakan budaya orang Indonesia ketika di hari lebaran sudah berkurang volumenya karena cukup dengan sms atau telepon saja bisa mewakili semuanya. Ketika anak membutuhkan biaya untuk keperluannya sehari-hari, baik berupa biaya sekolah maupun biaya kebutuhan hidupnya, dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini, orang tua tidak perlu lagi bertatap muka dengann si anak untuk memberikan kebutuhan anak tersebut, cukup dengan mentransfer uang melalui rekening bank masalahnya sudah bisa diatasi. Ketika anak sakit, orang tua bisa tinggal telepon dokter pribadi untuk datang ke rumah melihat kondisi si anak atau bisa juga memerintahkan si supir untuk mengantar anak ke rumah sakit dengan di temani babysister yang memnjadi pengasuh si anak. Ketika anak ingin melanjut sekolah, orang tua tinggal browsing internet untuk mencari sekolah-sekolah yang bagus, setelah ketemu sekolah yang cocok, orang tua tinggal telepon pihak sekolah untuk menanyakan lebih lengkap mengenai persyarat masuk kesekolah tersebut. Setelah semua berjalan dengan lancar dan anakpun diterima disekolah tersebut, maka orang tuapun menyediakan sebuah mobil dan supir bahkan ada yang didampingi seorang babysister untuk mengurus dan mengantar jemput sekolah anaknya. Fenomena seperti ini terjadi dikota-kota besar, khususnya di Jakarta. Pada umumnya orang berpikir jika ada uang semuanya bisa diatasi dengan baik, tidak terlalu dibutuhkan kontak fisik dalam membangun sebuah keluarga. Mereka beralasan bahwa selagi muda dan ada peluang untuk berkarir, mereka akan kejar terus walaupun harus mengorbankan kebahagian berkumpul bersama keluarga.
Mereka sering melupakan selain materi yang harus dipenuhi ada sisi lain yang tidak bisa digantikan oleh kemajuan teknologi itu, seperti belaian orang tua kepada anaknya, menemani anaknya bermain, menemani belajar, menemani makan, membawa mereka liburan dan bercanda ria, menyempatkan diri untuk mengantar anak serta menjemputnya pulang dari sekolah, menanyakan mengenai pelajaran yang anak pelajari di sekolah dan lainya. Memang harus diakui bahwa untuk melakukan semua kegaiatan itu tidak lah semua orang tua yang hidup dikota-kota besar dapat melakukannya hal itu, ini dikarenakan kesibukan yang harus dilalui oleh setiap orang yang hidup di kota metropolitan. Ada kesalahan yang sering dilakukan, ketika ada waktu libur, mereka tidak mempergunakan waktu libur itu untuk bersama anak-anak mereka tapi mereka pergunakan untuk mencari tambahan aktivitas, seperti menambah jam kerja (lembur), bermain golf bersama mitra kerja. Mereka melakukan hal tersebut mempunyai alasan bahwa apa yang mereka lakukan itu tujuannya adalah untuk membahagiakan keluarga juga.
Seharusnya pendidikan itu dimulai dari sejak anak berusia dini bahkan dalam agama Islam penanaman nilai-nilai kebaikan itu diajarkan sejak anak dalam kandungan. seperti seorang ibu yang sedang hamil dianjurkan selalu membaca al-quran, melaksanakan sholat sunnah, mendengarkan ceramah agama dan lainnya. Ketika seorang anak lahir maka orang tuanya (ayah dari si bayi) dianjurkan untuk mengazankannya di telinga kanan dan mengiqomatkannya di telinga kiri agar sibayi ketika lahir kedunia kalimat yang pertama ia dengan adalah kalimat tauhid. Ketika anak mengalami pertumbuhan seharusnya orang harus mengikuti dan mengarahkan anak kepada hal-hal penanaman nilai-nilai kebaikan dengan cara senantiasa mendampingi dalam berbagai aktivitas si anak. Mungkin pada umumnya orang berpikir bahwa mengajarkan anak nilai kebaikan pada waktu kecil tidak terlalu banyak berpengaruh karena si anak belum mengerti apa-apa. Sebenarnya disini lah letak kesalahan patal pada sebahagian orang tua.
Sering sekali kita mendengar keluhan dari orang tua, bahwa anak-anak mereka ketika dewasa tidak mau berbakti kepada mereka dan sulit sekali mengarahkan mereka kearah kebaikan. Jika hal ini terjadi, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah sebagai orang tua harus mengitrofeksi diri kebelakang, apa saja yang telah diberbuat dan di berikan ketika anak waktu kecil? Sudahkah kita memberikan hal-hal yang terbaik kepada mereka? Sebesar apa perhatian dan kasih sayang yang kita berikan kepada mereka? Berapa lama waktu yang kita berikan kepada mereka untuk menemani bermain, belajar serta bercanda ria?
Jika hal-hal itu tidak pernah kita lakukan, maka seharusnya kita jangan langsung menyalahkan anak kita, karena pada prinsip apa yang telah kita tanam, maka itu lah yang akan kita petik hasilnya dikemudian hari.
Hidup dikota metropolitan ini sangat sulit dan banyak tantangan yang akan dihadapi, khususnya bagi orang tua-orang tua yang mempunyai anak dalam masa pertumbuhan. Dibutuhkan kerja ektra dalam membina keluarga yang sakinah, mawaddah warohmah dan bisa membentengi diri dari tangtangan yang berada di sekeliling kita.
Dengan demikian marilah kita bangun keluarga yang berdasarkan atas kekuatan Iman(Akidah) dan diwujudkan dalam melaksanakan Islam(Ibadah) lalu filosofi-filisofi ibadah di aplikan dalam kehidupan dalam bentuk akhlak yang mulia (Ihsan).
Selamat berjuang!!!

Kamis, 18 Juni 2009

Indah pada Waktunya.

Ambillah waktu untuk berpikir
itu adalah sumber kekuatan

Ambillah waktu untuk bermain
itu adalah rahasia masa muda yang abadi

Ambillah waktu untuk membaca
itu adalah sumber kebijaksanaan

Ambillah waktu untuk berdoa
Itu adalah kekuatan terbesar di bumi

Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai
Itu adalah hak istimewa yang di berikan Sang Pencipta

Ambillah waktu untuk sahabat
itu adalah jalan menuju kebahagaiaan

Ambillah waktu untuk tertawa
Itu adalah musik yang menggetarkan jiwa

Ambillah waktu untuk memberi
Itu adalah hari yang sangat singkat untuk kepentingan diri sendiri

Ambillah waktu untuk bekerja
Itu adalah nilai keberhasilan

Ambillah waktu untuk beriman
Itu adalah kunci menuju surga
(by: Parlindungan Marpaung)

Kamis, 28 Mei 2009

Berpikir Positif

Setiap manusia pasti pernah merasakan sakit, baik yang bersifat jasmani maupun rohani (jiwa). Penyebab itu sangat lah bermacam-macam, ada yang disebabkan dari kelalaian kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari ada juga dikarena faktor dari luar diri kita.
Ada sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kita bahwa banyak kalangan yang mengatakan bahwa hampir 75 % penyebab munculnya penyakit pada diri seseorang itu di sebabkan oleh pikirannya sendiri. Apakah ini bisa di terima?
Anehnya, sampai saat ini belum ada yang menyatakan bahwa pernyataan itu tidak benar.
Dalam agama Islam kita di ajarkan jangan berburuk sangka kepada apa dan siapa pun.
memulai sesuatu itu dianjurkan diawali dengan bismilah (doa). Ini artinya dalam menjalankan segala sesuatu haruslah dengan hati yang bersih agar ketika apa yang kita kerjakan, jika tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita bisa menerimanya dengan lapang dada.
Contoh, ketika kita dipagi hari berpikiran bahwa hari ini akan dijalani dengan banyak tantangan dan kesulitan, maka selama satu hari penuh kita akan merasakan ketidak tenangan dalam menjalankan aktivitas, bahkan untuk memulai aktivitas pun malas karena sudah berpikir pesimis dan akhirnya banyak rencana yang berantakan, jika terjadi kegagalan maka akan frustasi dan putus asa. Ini secara otomatis membuat pikiran kita jadi berat dan kondisi fisik jadi melemah bahkan bisa jatuh sakit.
Tetapi jika di pagi hari kita berpikir positif dan mengatakan bahwa hari akan di lewati dengan menyenangkan maka setiap apa yang ingin kita lakukan, kita merasa optimis dalam mewujudkannya dan secara otomatis kita akan bekerja keras dalam pencapaiannya.
Jika anda perpikiran sehat anda akan sehat, tapi jika anda berpikiran sakit maka anda akan sakit. Jika anda berpikiran sukses, maka anda akan sukses.
Mulai saat ini mari lah kita senantiasa berpikiran positif dalam segala hal.

Kamis, 19 Maret 2009

Islam Agama Rahmatan lil 'Alamin

Banyak orang yang menilai Islam tidak memberikan penghormatan terhadap kaum perempuan. Tapi tidak bagi Yvonne Ridley setelah ia mengenal Islam. Mantan wartawan asal Inggris yang pernah menjadi tawanan Taliban di Afghanistan ini, masuk Islam setelah ia mendalami al-Quran dengan harapan menemukan perintah-perintah Tuhan dalam Islam yang menempatkan perempuan pada posisi rendah. Apalagi ketika itu Ridley juga seorang aktivis feminisme.
Tapi semakin ia mendalami al-Quran, Ridley tidak menemukan apa yang dicarinya, ia malah menemukan ajaran Islam yang luhur tentang kaum perempuan, dimana Islam menempatkan kaum perempuan dalam derajat yang tinggi dan mulia. Inilah yang kemudian mendorong Yvonne untuk memilih menjadi seorang Muslim dan sekarang dikenal aktif berdakwah kemana-mana.(Kisah selengkapnya baca: Yvonne Ridley: Saya Kagum Dengan Hak-Hak Yang Diberikan Islam pada Kaum Perempuan di http://www.eramuslim.com/. Kamis, 12/03/2009 16:31 WIB)
Kutipan artikel ini telah mendorong saya agar mengingatkan kita semua umat Islam bahwa sebenarnya ajaran Islam ini sangatlah universal, mengkaji segala aspek kehidupan yang dapat mengantarkan kita menjadi orang yang bahagia dunia dan bahagia di akhirat.
Islam tidak saja mengatur tentang beribada kepada Sang Kholik saja tetapi semua aturan hidup di dunia ini diatur dalam Islam yang tertuang di dalam al-Quran dan Sunnah Rasulallah SAW, termasuk tata cara makan, tidur, berpakaian, bergaul antara sesama muslim dan non-muslim dan lainnya semua di atur oleh Islam, jadi sangat wajar sekali banyak orang non-muslim yang belajar tentang Islam dan akhirnya masuk agama Islam.
Peristiwa yang terjadi pada Ridley itu adalah salah satu dari ribuan pengalaman yang di alami orang-orang yang telah kembali kepada Islam, dimana setelah mereka memeluk agama Islam, mereka dengan giatnya mempelajari Islam dan dengan bangganya mengenakan atiribut-atribut Islam, seperti mengenakan jilbab.
Bagaimana dengan orang Islam sendiri, apakah mereka bangga dengan agamanya sendiri?
Apakah semua orang Islam menggaji secara mendalam ajaran agamanya?
Apakah semua perempuan muslim menutup auratnya sesuai dengan anjuran agama yang di anutnya?
Sadarkah kita bahwa agama Islam itu adalah agama yang sangat sempurna?
dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang mesti kita renungkan bersama agar kita bisa benar-benar bisa menjadi Muslim yang Kaffa dalam menjalankan agama.

Rabu, 18 Maret 2009

Kesuksesan harus di Perjuangkan

Di kalangan masyarakat kita khususnya dimasyarakat pedesaan sering sekali kita mendengarkan, ketika ada yang bertanya "Kenapa anaknya ga sekolah bu?" mereka dengan entengnya menjawab "ya sudah nasibnya seperti ini, mau diapain lagi, kita kan keluarga susah".
Jika semua orang berpikiran seperti ini pasti tidak akan muncul orang-orang seperti Soekarno, Moh. Hatta, Nur Cholish Madjid, Din Samsudin, Hidayat Nur Wahid, SBY, Sri Muliani dan lain-lainnya. Bila kita membaca sejarah hidup mereka mulai dari kecil hingga menjadi seorang tokoh nasional, hampir semuanya berasal dari keluarga yang sederhana. Perjalanan mereka untuk menjadi seorang tokoh (atau orang yang sukses) tidak lah mudah. Banyak rintangan yang mereka hadapi serta pengorbanan yang mereka lakukan untuk mencapai tujuan mereka tersebut.
Terkadang kita sering, ketika melihat seorang Nur Cholish Madjid, kita berkeinginan untuk menjadi Nur Cholish Madjid atau ketika melihat Din Samsudin, kita berkeinginan untuk menjadi Din Samsudin dan seterusnya.
Apakah itu salah?
Itu tidak salah dan sah-sah saja orang berkeinginan seperti itu, tetapi ada yang kita lupakan, apa itu?

"Melihat Perjuangan bagaimana bisa sampai menjadi seorang Cak Nur ataupun menjadi Pak Din"
Seharusnya sebelum kita berkeinginan menjadi seorang tokoh yang kita harapkan itu, kita harus bertanya dahulu, bagaimana perjuangan mereka untuk menjadi seorang tokoh yang seperti kita kenal saat ini karena Untuk menjadi seorang seperti seorang Cak Nur bukanlah sesuatu yang mudah.

Begitu juga dengan Kesuksesan yang kita harapkan.

Jika kita berkeinganan untuk sukses maka kita harus berusaha dan berjuangan dengan semaksimal mungkin dengan potensi yang ada untuk mewujudkannya.
Dari ulasan yang singkat tersebut dapat kita ambil pelajaran penting bahwa tidak ada kebahagian atau kesuksesan itu di dapat dengan gratis atau datang dengan sendirinya saja, semuanya harus diraih dengan perjuangan dan butuh pengorbanan. Untuk itu marilah kita perjuangkan apa yang menjadi harapan kita masing-masing dengan senantiasa berdoa dan selalu mengharapkan ridho Allah SWT.

Sabtu, 28 Februari 2009

Training NAC di hotel Kartika Candra

Beberapa waktu yang lalu Saya dan bang Andian serta kakak-kakak mengikuti training NAC di Hotel Kartika Candra. NAC merupakan Lembaga Pelatihan Motivasi pimpinan Kak Ronald dan kak Lily. Pada kesempatan kali ini trainingnya langsung di pandu oleh Kak Ronald yang di laksanlakan selama 2 hari (hari sabtu dan minggu) yang di ikuti sekitar 30 peserta.
Selama mengikuti training banyak informasi baru yang kami dapatkan yang di sampaikan oleh para pemandu dan penceramah serta pengalaman-pengalaman yang di sampaikan para peserta yang hadir. Training yang dilaksanakan tidak hanya menyampai materi-materi aja tetapi di isi dengan game-game yang kocak yang bisa menghilangkan kecenuhan dan kelelahan. Hampir semua kegiatan yang di lakukan dalam berbagai hal ada pelajaran yang berharga yang dapat diambil oleh semua peserta. Dua hari merupakan waktu yang singkat, akan tetapi tidak menghambatkan para peserta untuk saling menjalin hubungan siraturrahmi. Para peserta terlihat sangat antusias dan menikmati setiap materi yang di lalui dalam training tersebut.

Powered By Blogger
 
Blogger Templates