Social Icons

Rabu, 31 Desember 2008

NURANI DAN HAWA NAFSU, Mana yang lebih berpengaruh?

Ketika anak manusia lahir ke muka bumi ini, Allah telah membekali manusia itu dengan 2 potensi yang akan mempengaruhi setiap keputusan manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Kedua potensi itu adalah: pertama, taqwa (potensi kebaikan) yang di motori oleh nurani atau citra tuhan, atau yang lebih di kenal denga suara hati. Kedua, fujur (potensi keburukan) yang di motori oleh hawa nafsu. Pada umumnya banyak manusia yang tidak menyadari adanya kedua potensi tersebut dalam dirinya.
Apapun masalah yang di hadapi setiap manusia pasti kedua potensi tersebut berperan penting dalam menentukan sikaf dan tindakan yang akan di lakukan, tergantung manusia dalam posisi bagaimana? Jika di dekat dengan dengan kemaksiatan maka hawa nafsulah yang lebih dominan dalam pengambilan keputusan dan nurani melemah bahkan bisa kalah. Akan tetapi jika manusia itu dekat dengan kebaikan atau selalu membentengi dirinya dengan kebaikan, maka setiap sikaf dan keputusan yang akan diambil akan di pengaruhi oleh nurani atau suara hati, walaupun ada perlawanan dari hawa nafsu.
Sering nurani berbicara tentang kebaikan, akan tetapi sering pula hawa nafsu akan menentangnya dan akan mengarahkan kepada kesesatan. Kerena apa?
Karena nurani mengajarkan kita menjadi manusia yang arif dan bijaksana, sedangkan hawa nafsu mengarahkan kita menjadi manusia yang tidak pernah puas dengan apa yang di karuniakan Allah kepadanya dalam hidup ini.
Nurani menjanjikan kebahagiaan yang abadi baik di dunia maupun di akherat karena nurani merupakan pantulan cahaya kebenaran setelah meresap cahaya dari sumber cahaya (nur ala nur) yaitu Allah swt. Sedangkan hawa nafsu menjanjikan kesenangan yang sifatnya hanya sementara waktu karena hawa nafsu merupakan percikan apa keganasan yang berasala dari kekuatan yang tersembunyi dari musuh yang nyata yaitu syaitan laknatullah ’alaih.
Wahai saudara-saudaraku yang beriman, setelah kita menjalani hidup selama sekian tahun dan telah banyak menentukan keputusan-keputusan hidup, sebelum terlambat marilah kita introfeksi diri kita masing-masing, coba di ingat-ingat potensi mana yang lebih banyak mempengaruhi kita, nurani kah atau hawa nafsukah?
Termasuk orang-orang beruntung lah jika seandainya nurani yang banyak mempengaruhi kehidupan kita. Akan tetapi jika yang terjadi sebaliknya, hawa nafsu yang lebih dominan dalam perjalanan hidup kita, maka hati-hatilah kita di golongkan orang-orang yang merugi.
Bila kita merasa bahwa selama ini hawa nafsu lah kita ikuti, sadar dan kembalilah, tidak ada kata terlambat jika kita berniat untuk kembali kapada ke jalan kebenaran, mulai lah dari sekarang jangan tunggu hari esok, jika tidak maka kita akan termasuk golongan orang-orang yang merugi, sebagimana firman Allah dalam surat al-’Asr (103) ayat 1-3 :
Artinya: ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Selamat berjuang,
Bahagia dunia akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger
 
Blogger Templates