Dalam mewujudkan kehidupan yang bahagia di dunia dan bahagia di akhirat, Allah menciptakan banyak sarana. Sarana ini tidak akan bisa dipergunakan bagi manusia-manusia yang tidak cerdas dalam menjalan
i kehidupan ini. Kita sebagai manusia yang hidup di dunia ini tidak bisa berbuat semaunya kita tapi ada batasan masing-masing, waktu yang tersedia hanya sebentar, dibatasi oleh ruang dan waktu. Jadi setiap detik dari perjalanan hidup yang kita jalani harus punya makna agar dikemudian hari tidak terjadi penyesalan yang bisa menghambat perjalan hidup kita kedepannya.
Menjalin persahabatan merupakan salah satu cara untuk mewujudkan kebahagiaan hidup di dunia ini, dengan adanya sahabat yang berada di sekitar kita, maka kita saling berbagi dalam berbagai hal antara yang satu dengan yang lainnya, bisa saling bertukar pikiran, bisa saling memberi motivasi, bisa saling membantu dalam menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan, bisa saling memberitahu dalam ilmu pengetahuan dan lainnya. Kenapa ini semua dibutuhkan?Karena pada dasarnya manusia itu tidak bisa hidup sendiri, antara satu dan yang lainnya harus saling mengisi kekuarangan yang ada, membatu dalam setiap permasalahan kehidupan dan manusia juga merupakan makhluk sosial.
Jika kita semua bisa menyadari bahwa kita tidak bisa hidup sendiri tanpa bantu yang lainnya, maka segala sesuatu yang kita lakukan pasti kita akan melakukannya dengan keikhlasan hati dan mewujudkan pencapaian hasil yang terbaik. Hidup damai dan menjalani secara kebersamaan merupakan impian setiap insan. Akan tetapi dalam mewujudkan impian tersebut bukan lah sesuatu yang mudah, dibutuhkann pengorbanan, perjuangan, saling pengertian, kesetian dan proses yang cukup panjang. Jika itu semua bisa dilewati, maka rintangan dan tangtangan yang lainnya akan menanti, diantaranya adalah ujian dalam mempertahankan kebersamaan yang telah dijalani tersebut.
Bisa kah itu semua kita wujudkan dalam kehidupan kita?
Seperti yang firmankan Allah dalam surat al-Insyirah (94) : 5-8, yang artinya: "Maka sesungguhnya disetiap kesulitan ada kemudahan, dan sesungguhnya disetiap kesulitan ada kemudahan. maka apa bila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang berikutnya) dan hanya kepada Tuhanmu-lah engkau berharap"
Selamat berjuang, semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua agar semua cita-cita mulia kita di mudahkan Allah dalam mewujudkannya. Amin.


Dengan kemajuan teknologi pada saat ini sering membuat orang lupa bahwa tidak semua masalah bisa diselesai dengan teknologi tersebut. Mungkin sebahagian orang berpikir dengan adanya telepon gemgam, ketika rindu sama keluarga atau ada keperluan, mereka tidak perlu ketemu secara langsung tapi cukup dengan menelepon saja, rasa rindu bisa terobati dan masalah bisa diselesaikan. Kunjung-mengunjungi yang merupakan budaya orang Indonesia ketika di hari lebaran sudah berkurang volumenya karena cukup dengan sms atau telepon saja bisa mewakili semuanya. Ketika anak membutuhkan biaya untuk keperluannya sehari-hari, baik berupa biaya sekolah maupun biaya kebutuhan hidupnya, dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini, orang tua tidak perlu lagi bertatap muka dengann si anak untuk memberikan kebutuhan anak tersebut, cukup dengan mentransfer uang melalui rekening bank masalahnya sudah bisa diatasi. Ketika anak sakit, orang tua bisa tinggal telepon dokter pribadi untuk datang ke rumah melihat kondisi si anak atau bisa juga memerintahkan si supir untuk mengantar anak ke rumah sakit dengan di temani babysister yang memnjadi pengasuh si anak. Ketika anak ingin melanjut sekolah, orang tua tinggal browsing internet untuk mencari sekolah-sekolah yang bagus, setelah ketemu sekolah yang cocok, orang tua tinggal telepon pihak sekolah untuk menanyakan lebih lengkap mengenai persyarat masuk kesekolah tersebut. Setelah semua berjalan dengan lancar dan anakpun diterima disekolah tersebut, maka orang tuapun menyediakan sebuah mobil dan supir bahkan ada yang didampingi seorang babysister untuk mengurus dan mengantar jemput sekolah anaknya. Fenomena seperti ini terjadi dikota-kota besar, khususnya di Jakarta. Pada umumnya orang berpikir jika ada uang semuanya bisa diatasi dengan baik, tidak terlalu dibutuhkan kontak fisik dalam membangun sebuah keluarga. Mereka beralasan bahwa selagi muda dan ada peluang untuk berkarir, mereka akan kejar terus walaupun harus mengorbankan kebahagian berkumpul bersama keluarga.







